Kenapa orang suka sekali
mengeluh?
Kenapa mereka suka menampakkan
beban mereka di muka publik?
Kenapa manusia selalu merasa dirinya paling
menderita?
Kenapa sulit untuk kita
belajar dan menjadi dewasa pikir?
Kenapa harus saling
menyalahkan?
Manusia paham akan kekurangannya sendiri namun
dengan egoisnya meminta orang lain menerima dia apa adanya tanpa mau berusaha
menjadi pribadi yang lebih baik.
Kenapa melakukan kesalahan selalu terlihat
sebagai hal yang fatal?
Bukankah manusia harus melakukan kesalahan
untuk bertahan hidup, untuk menjadi lebih baik, dan untuk mengurangi skala
kemungkinan salah di masa yang akan datang?
Sering kali kita hanya peduli
pada satu masa. Hanya terpusat pada apa yang ada dipikiran kita. Padahal hidup
tak melulu tentang satu realita. Banyak aspek kehidupan yang sebenarnya harus
di jalani, di lalui, di hidupi agar semua nampak seimbang.
Keseimbangan lah salah satu alasan yang membuat
hati lega nan bahagia.
Kita hidup untuk ini, tapi kita juga harus
hidup untuk itu.That is balancess.
Jawaban-jawaban yang aku
butuhkan untuk setiap pertanyaan yang berkecamuk di dalam benak jiwa. Kepada
siapa aku harus menuntut balasan tanya? Semua sudah jelas sebenarnya. Mintalah
semua pada Tuhan mu. Dia akan menjawab setiap detail pertanyaan yang kau
lontarkan dalam sujudmu. Lantas kapan jawaban itu akan datang? Bagaimana
keresahan ini akan hilang? Aku bertanya pada diriku namun sebenarnya aku pun
tau bagaimana jalan datangnya jawab.
Satu per satu jawaban akan datang bukan melalui
mimpi melainkan hal-hal yang terjadi dalam hidup ini.
Mulai ketika bangun pagi, saat
ku membuka kedua mata ini, saat aku berjalan menuju kamar mandi, saat aku mulai
bercengkrama pagi dengan ibu dan keluarga lain, saat aku mulai menarik gas
menuju rutinitas setiap hari, sampai aku kembali lagi ke dalam bilik tuk
memejamkan mata kembali, untuk menanti rutinitas esok lagi.
Sepenggal-penggal jawaban
pasti hadir dalam setiap langkah rutinitas, tergantung bagaimana kita berhenti
sejenak dan mengkaji apa yang telah kita lalui hari ini. Pikirkan setiap
penggal hari mu saat kau selesai mengucap salam dalam solatmu. Setiap langkah
yang kita jajaki pastilah memiliki arti dan maksud dari sang Ilahi.
Namun sulit memang, bisa
berhenti dan merenung sejenak terhadap sikap kita selama ini. Kebanyakan akan
terlarut dalam kebahagiaan berlebihan yang sebenarnya adalah pangkal
kemurungan. Kebanyakan akan terpuruk dalam kesedihan tak seberapa namun
dilebih-lebihkan.
Apakah kita semua harus menunggu titik balik
hidup baru tersadar? Mungkin iya. Karena diriku pun begitu awalnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar