Translate

Kamis, 15 Februari 2018

Penggalan Hidup


Kenapa orang suka sekali mengeluh?
Kenapa mereka suka menampakkan beban mereka di muka publik?
 Kenapa manusia selalu merasa dirinya paling menderita?
Kenapa sulit untuk kita belajar dan menjadi dewasa pikir?
Kenapa harus saling menyalahkan?
Manusia paham akan kekurangannya sendiri namun dengan egoisnya meminta orang lain menerima dia apa adanya tanpa mau berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.
Kenapa melakukan kesalahan selalu terlihat sebagai hal yang fatal?
Bukankah manusia harus melakukan kesalahan untuk bertahan hidup, untuk menjadi lebih baik, dan untuk mengurangi skala kemungkinan salah di masa yang akan datang?
Sering kali kita hanya peduli pada satu masa. Hanya terpusat pada apa yang ada dipikiran kita. Padahal hidup tak melulu tentang satu realita. Banyak aspek kehidupan yang sebenarnya harus di jalani, di lalui, di hidupi agar semua nampak seimbang.
Keseimbangan lah salah satu alasan yang membuat hati lega nan bahagia.
Kita hidup untuk ini, tapi kita juga harus hidup untuk itu.That is balancess.
Jawaban-jawaban yang aku butuhkan untuk setiap pertanyaan yang berkecamuk di dalam benak jiwa. Kepada siapa aku harus menuntut balasan tanya? Semua sudah jelas sebenarnya. Mintalah semua pada Tuhan mu. Dia akan menjawab setiap detail pertanyaan yang kau lontarkan dalam sujudmu. Lantas kapan jawaban itu akan datang? Bagaimana keresahan ini akan hilang? Aku bertanya pada diriku namun sebenarnya aku pun tau bagaimana jalan datangnya jawab.
Satu per satu jawaban akan datang bukan melalui mimpi melainkan hal-hal yang terjadi dalam hidup ini.
Mulai ketika bangun pagi, saat ku membuka kedua mata ini, saat aku berjalan menuju kamar mandi, saat aku mulai bercengkrama pagi dengan ibu dan keluarga lain, saat aku mulai menarik gas menuju rutinitas setiap hari, sampai aku kembali lagi ke dalam bilik tuk memejamkan mata kembali, untuk menanti rutinitas esok lagi.

Sepenggal-penggal jawaban pasti hadir dalam setiap langkah rutinitas, tergantung bagaimana kita berhenti sejenak dan mengkaji apa yang telah kita lalui hari ini. Pikirkan setiap penggal hari mu saat kau selesai mengucap salam dalam solatmu. Setiap langkah yang kita jajaki pastilah memiliki arti dan maksud dari sang Ilahi.
Namun sulit memang, bisa berhenti dan merenung sejenak terhadap sikap kita selama ini. Kebanyakan akan terlarut dalam kebahagiaan berlebihan yang sebenarnya adalah pangkal kemurungan. Kebanyakan akan terpuruk dalam kesedihan tak seberapa namun dilebih-lebihkan.
Apakah kita semua harus menunggu titik balik hidup baru tersadar? Mungkin iya. Karena diriku pun begitu awalnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar