Irama Realita
(Rahmawati Deylla Handida)
Dunia
tak pernah berpihak
Kerumunan
selalu menyudutkan
Perkataan
tajam merobek hati memecah gendang telinga
Terlempar
kesudut dunia tak berpenghuni
Semua
nampak kabur menghitam lalu memutih
Secercah
cahaya muncul beriringan dengan genderang berirama
Semakin
dekat, semakin mendekat
Untaian
kata penyemangat jiwa melalui notasi indah mendayu-dayu
Orang
bilang itu yang dinamakan lembayung ketukan realita
Dentuman
mendobrak kalbu membakar sakitnya hati
Lalu
melembut sesuai alunan melodi
Mulai
saat itu candu adalah musik
Ramuan
rentetan nada berbaris terpetik sangat cantik
Dipadukan
dengan syair menambah apik
Seperti
detakan jantung yang selalu seragam dengan denyutan nadi
Musik
merupakan sel darah yang terus mengaliri arteri dan vena
Dikala
yang lain menjadi lawan ialalah satu-satunya kawan yang paling menawan
Menuntun
jalan dan berlari beriringan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar