Translate

Kamis, 15 Februari 2018

Puisi Irama


Irama Realita
(Rahmawati Deylla Handida)

Dunia tak pernah berpihak
Kerumunan selalu menyudutkan
Perkataan tajam merobek hati memecah gendang telinga
Terlempar kesudut dunia tak berpenghuni
Semua nampak kabur menghitam lalu memutih
Secercah cahaya muncul beriringan dengan genderang berirama
Semakin dekat, semakin mendekat
Untaian kata penyemangat jiwa melalui notasi indah mendayu-dayu
Orang bilang itu yang dinamakan lembayung ketukan realita
Dentuman mendobrak kalbu membakar sakitnya hati
Lalu melembut sesuai alunan melodi
Mulai saat itu candu adalah musik
Ramuan rentetan nada berbaris terpetik sangat cantik
Dipadukan dengan syair menambah apik
Seperti detakan jantung yang selalu seragam dengan denyutan nadi
Musik merupakan sel darah yang terus mengaliri arteri dan vena
Dikala yang lain menjadi lawan ialalah satu-satunya kawan yang paling menawan
Menuntun jalan dan berlari beriringan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar